Selasa, 09 Desember 2014

Kata-Kata Motivasi Hidup Sukses

Jadikanlah apa yang diraih orang lain sebagai motivasi untuk anda. Yakinlah anda juga pasti bisa, dan tetaplah bersyukur dengan apa yang telah anda miliki saat ini.
Jika anda mengerjakan sesuatu, maka kerjakanlah semua itu dengan sepenuh hati. Jika anda bekerja seadanya, maka hasil yang akan anda dapatkan pun akan seadanya.
Jujur adalah sifat mutlak yang ada pada setiap manusia. Dengan kejujuran akan menuntun manusia pada pintu kebahagiaan yang hakiki. Oleh karena itu seseorang yang tidak pernah jujur dalam hidupnya selalu dipenuhi dengan bayang-bayang kesalahan yang tlah dia dilakukan.
Bekerja keras tanpa ilmu sama saja kosong, Punya ilmu tapi tidak bisa menggunakannya itu juga sama saja bohong, Tidak punya ilmu dan tidak mau bekerja, maka jangan pernah bermimpi untuk sukses!!
Seseorang yang telah mempunyai tujuan yang pasti dan bisa membangun kehidupan secara matang, maka  orang itu adalah orang yang bisa berfikir serta berjiwa dan berkarakter yang jelas dan pasti.
Sekecil apapun nilai kesuksesan itu, jika anda bisa menikmati dan merasakannya pasti akan membuahkan kebahagiaan dan kepuasan, itulah arti sebenarnya dari Kesuksesan selama ini.
Tiada gunanya mencari materi kalau kepuasan hidup akan tersingkirkan?? Ukuran orang meraih Sukses itu adalah merasakan bahagia, kepuasan jiwa serta kedamaian hati.
Sukses itu di awali dari saat kita menjaga pikiran agar tetap tertuju pada hasil yang kita inginkan, bukan pada kekurangan yang telah kita miliki.
Allah sudah menyebarkan benih kesuksesan, dalam tempat dan waktu yang tepat ketika suatu saat kita akan membutuhkan, kesuksesan hidup dalam diri kita menunggu untuk Bersemi, Tumbuh dan Berbunga.
Mulailah untuk Bermimpi, Berencana, Belajar dan Bekerja untuk apa yang anda inginkan hari ini. Potensi anda akan membuat ruang bagi pencapaian mimpi-mimpi anda, dan kesuksesan anda akan membawa nilai dan kesenagan bagi diri anda dan semua orang yang ada disekitar Anda.
Mimpikanlah sesuatu dan jadikanlah mimpimu itu kenyataan, karena sebenarnya tak akan ada dunia ini jika tak ada yang bermimpi dan semua berawal dari mimpi.
Jika kamu gagal mendapatkan sesuatu, hanya satu hal yang harus kamu lakukan, coba lagi!
Kata-Kata Motivasi Hidup Sukses Terbaru 2014
Sebisa mungkin hindari mengerjakan sesuatu dengan setengah hati, karena hasil yang akan anda dapatkan nantinya juga hanya setengah dari apa yang anda harapkan.
Sesungguhnya di saat kesusahan teman, satu senyum yang tulus lebih berharga daripada sejuta kata yang tiada guna.
Sesungguhnya masih banyak orang di dunia yang lebih susah dari kita, maka hentikanlah segala keluhan kita dan bersyukur terhadap apa yang kita punya.
Syukurilah apa yang kamu dapat karena belum tentu kamu bisa mendapat lagi apa yang telah kamu dapat.
Jika suatu saat anda pernah mengalami kegagalan, maka janganlah anda menjadikan kegagalan tersebut sebagai alasan untuk takut mengulangnya kembali, hingga anda tidak pernah ingin untuk mencobanya kembali, tapi lihatlah kegagalan tersebut sebagai kesuksesan meraih keberhasilan.
Kita selalu beranggapan bahwa seseorang yang sukses itu hidup serba enak, nyaman, kaya, baik, dan tanpa masalah. Tapi semua yang anda fikir itu tidak benar, karena orang sukses itu selalu mempunyai suatu permasalahan dalam hidupnya. Entah apapun itu permasalahnya
Kita harus mempunyai tujuan yang jelas, perencanaan yang matang, mencari dan menggali segala potensi diri, bekerja keras, tekun dalam meraih tujuan dan BERDOA, proses itu harus anda lakukan dengan ILMU, OTAK, DAN JIWA.


Mudah Mudahan Bermanfaat Postnya :)

Jumat, 05 Desember 2014

Pengertian dan Jenis-Jenis Tindakan Sosial

Pengertian Tindakan Sosial diartikan oleh berbagai ahli dan Tindakan sosial memiliki jenis-jenis yang dikemukakan oleh Max Weber (George Ritzer,1992) yang membedakan ke dalam empat kategori seperti Zwerk Rational, Werk Rational, Affectual Action, Traditional Action, dari setiap jenis tersebut berbeda-beda serta memiliki contoh-contoh dalam ke 4 jenis-jenis tindakan sosial tersebut, Pengertian tindakan sosial juga dikemukanan oleh berbagai ahli seperti Max Weber,Emile Durkhiem serta Karl Max, yang mengartikan tentang "Pengertian Tindakan Sosial". Untuk Lebih Mengetahui Tentang Pengertian Tindakan Sosial menurut beberapa Ahli yang ada diatas serta Jenis-Jenis Tindakan Sosial, Mari kita lihat pembahasannya dibawah ini..

Pengertian dan Jenis-Jenis Tindakan Sosial

A. Pengertian Tindakan Sosial Menurut Para Ahli 
 Tindakan Sosial menurut Para ahli seperti : 
a. Max Weber, Pengertian Tindakan Sosial adalah sebagai tindakan manusia yang dapat memengaruhi individu-individu lainnya dalam masyarakat.

b. Emile Durkheim, Pengertian Tindakan Sosial adalah Sebagai perilaku manusia yang diarahkan oleh norma-norma dan tipe solidaritas kelompok tempat ia hidup.

c. Karl Marx, Pengertian Tindakan Sosial adalah Sebagai Aktvitas manusia yang berusaha menghasilkan barang, atau mencoba sesuatu yang unik untuk mengejar tujuan tertentu .  

 B. Jenis-Jenis Tindakan Sosial 

     Manusia bertindak didorong oleh tujuan tertentu. Perbedaan tujuan melahirkan tindakan sosial yang beraneka ragam. Max Weber (George Ritzer, 1992) membedakan tindakan sosial ke dalam empat kategori sebagai berikut.

a. Zwerk Rational (Rasiorinalitas Instrumental)
Ibu Guru Nurhayati membeli sepeda motor agar ia dapat sampai disekolah Iebih awal. Fauzi memutuskan untuk belajar materi fisika yang akan diujikan besok dari pada menonton aksi Jet Li di televisi.

Dua bentuk tindakan sosial  atas termasuk Zwerk Rational. Tindakan tersebut dilaksanakan setelah melalui pertimbangan matang mengenai tujuan dan cara yang akan ditempuh untuk meraih tujuan itu. Jadi, Zwerk Rational dilekatkan pada tindakan yang diarahkan secara rasional untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
b. Werk Rational (Rasionalitas Nilai)
Tindakan sosial jenis ini hampir serupa dengan kategori atau jenis tindakan rasionalitas intrumental. Hanya saja dalam Werk Rational tindakan-tindakan sosial ditentukan oleh pertimbangan-pertimbangan atas dasar keyakinan individu pada niIai-nilai estetis, etis, dankeagamaan. Contohnya, seorang pemuda memberikan tempat duduknya kepada seorang nenek karena ia memiliki keyakinan etis bahwa anak muda harus hormat kepada orang tua. Atau, seorang pertapa rela berpuasa sekian hari untuk mendapatkan berkah sesuai dengan keyakinan agamanya (kepercayaannya).

c. Affectual Action (Tindakan yang Dipengaruhi Emosi)
Tindakan sosial ini dipengaruhi oleh emosi atau perasaan. Misalnya, hubungan kasih sayang seorang kakak kepada adik atau hubungan cinta kasih dua remaja yang sedang dimabuk asmara.

d. Traditional Action (Tindakan karena Kebiasaan)
Tindakan sosial ini dilakukan semata-mata mengikuti tradisi atau kebiasaan yang sudah baku. Seorang bertindak karena sudah menjadi bagian kebiasaannya atau sudah rutin dilakukan. Misalnya, tradisi mudik saat Lebaran atau Han Raya Idul Fitri. Orang tetap memaksakan diri untuk pulang kampung meski harus bersusah payah untuk mewujudkannya. Contoh Iainnya berupa peringatan hari kelahiran, mitoni, atau kegiatan upacara yang telah dilakukan sejak nenek moyang dahulu.

Pengertian Tindakan Sosial menurut Para Ahli dan Jenis-Jenis Tindakan Sosial

Faktor Yang Mempengaruhi Hubungan Sosial

Pengertian dari Hubungan Sosial adalah suatu kegiatan yang di dalamnya terdapat interaksi sosial yang mencakup kepentingan antarindividu, individu dengan kelompok dan antarkelompok, baik secara langsung ataupun tidak. Hubungan sosial yang terjalin di masyarakat dipengaruhi oleh beberapa Faktor Yang Bisa Mempengaruhi Hubungan Sosial yang dibagi menjadi faktor dari dalam dan faktor dari luar.
Di artikel ini akan membahas Faktor Yang Mempengaruhi Hubungan Sosial tersebut. Dan inilahFaktor Yang Dapat Mempengaruhi Hubungan Sosial di masyarakat, sekolah ataupun keluarga.
A. Faktor dari dalam, adalah Faktor Yang Mempengaruhi Hubungan Sosial yang berasal dari dalam diri sesorang. Adapun faktor dari dalam ini dibagi menjadi 3:
1. Kepribadian, Menurut Soerjono Soekanto (Sosiolog Indonesia) kepribadian mencakup kebiasaan dan sikap dari suatu individu.
2. Kodrat sebagai makhluk sosial, hal ini sudah dapat dibuktikan dengan adanya fakta di lingkungan masyarakat, sekolah dan keluarga bahwa setiap orang Akan mengalami kesulitan jika hidupnya tidak melakukan aktifitas sosial. Dalam artian lain, setiap orang tidak dapat hidup tanpa interaksi sosial.
3. Kondisi Fisik Seseorang, misal ketika seseorang merasa tidak enak badan yang menyebabkan orang tersebut merasa malas melakukan interaksi sosial untuk sementara.
B. Faktor dari luar, juga merupakan Faktor Yang Mempengaruhi Hubungan Sosial tetapi faktor tersebut berasal dari keadaan lingkungan sekitarnya. Faktor dari luar ini dibagi menjadi 4:
1. Keadaan Geografis, keadaan geografis ini berhubungan dengan tempat tinggal dari seseorang. Misal, seseorang yang bertempat tinggal di daratan rendah akan mengalami kesulitan untuk melakukan interaksi sosial dengan seseorang yang bertempat tinggal di daratan rendah.
2. Perubahan Iklim dan cuaca, Iklim dn cuaca yang sering mengalami perubahan akan mengakibatkan hubungan sosial terganggu.
3. Peperangan, Adanya pepererangan di suatu daerah menyebabkan masyarakat tidak akan bisa melakukan interaksi sosial dengan leluasa.
4. Perubahan Sosial, faktor ini banyak terjadi di dunia elektronik ini. Karena di era ini terdapat Perubahan sosial antar individu yang menyebabkan berkurangnya interaksi sosial. Hal ini dikarenakan oleh perkembangan zaman danteknologi yang menyebabkakn sesorang malas melakukan interaksi sosial. Namun dalam internet, kita masih bisa melakukan interaksi sosial di jejaring sosial sepertifacebooktwitter dan lainnya. Tetapi jangan menjadi malas untuk berinteraksi sosial di dunia nyata.
Setiap manusia pasti butuh untuk berinteraksi sosial. Sesuai dengan kodrat manusia sebagai makhluk sosial dan itulah Faktor Yang Mempengaruhi Hubungan Sosial, semoga bisa menjadi hal yang bermanfaat

Cara Mencangkok Tanaman yang Baik dan Benar

Mencangkok adalah cara perkembangbiakan pada tumbuhan dengan menanam batang atau dahan yang diusahakan berakar terlebih dahulu sebelum di potong dan di tanam di tempat lain. Tidak semua tumbuhan bisa di cangkok. Tumbuhan yang bisa di cangkok hanyalah tumbuhan dikotil dan tumbuhan biji terbuka. Cara perkembang biakan dengan mencangkok adalah sangat istimewa terutama untuk buah-buahan. Karena rasa dan bentuk buah yang dihasilkan biasanya akan sama persis dengan induknya. Berbeda jika perkembang biakan di lakukan dengan menanam biji, terkadang tanaman yang dihasilkan tidak sama dengan kriteria yang dimiliki oleh induknya.
Untuk itu, kali ini saya akan membahas bagaimana Cara Mencangkok Tanaman yang Baik dan Benar
Bahan dan alat yang akan kita butuhkan
a. tanaman jambu air, jambu biji, mangga, rambutan, dsb 
b. tanah yang gembur 
c. pupuk kandang 
d. pisau atau kater yang tajam
e. gergaji 
f. pembungkus dari plastik,
sabut, atau ijuk 
g. tali rafia 
h. kantong plastik hitam (polybag). 

Langkah-langkah Cara Mencangkok Tanaman yang Baik dan Benar
1. Pilih dahan tanaman yang
bergaris tengah kira-kira 2 cm.
Panjang dahan kira-kira 100 cm
dan dahan tumbuh tegak. 
2. Sayatlah kulit cabang secara
melingkar sepanjang 3-5 cm.
Kulit cabang yang disayat
sebaiknya berada tepat di
bawah kuncup daun. 
3. Keratlah kulit dahan itu
dengan ujung pisau. Kikislah
kambium yang mungkin masih
melekat pada bagian kayu,
buang lendir yang
membasahinya. 
 
4. Keringkan bagian dahan yang
telah dikupas dengan
membiarkannya selama 2-5
hari. 
5. Bungkuslah dahan yang telah
terkelupas dengan plastik, ijuk,
atau sabut. Ikatlah bagian
bawah lembaran pembungkus
kira-kira 6 cm di bawah
sayatan. 
 
6. Masukkan tanah basah yang
telah dicampur pupuk kandang
ke dalam pembungkus itu. 
7. Rapikan sehingga dahan yang
terkelupas itu tertutup tanah
seluruhnya. Ikatlah bagian atas
lembaran pembungkus. 
 
8. Jagalah tanah pada bagaian
yang dicangkok agar tetap
lembap. Siramlah tanah secara
teratur (pagi & sore), terutama
jika tidak hujan. Untuk
menyiram tanah itu, bukalah ikatan atas sementara.
9. Amatilah keadaan dahan yang
dicangkok saat anda
menyiramnya. 
10. Pertumbuhan akar yang
sempurna membutuhkan waktu
berbulan-bulan. Jika akar
tumbuh sempurna, potonglah
dahan tesebut dengan gergaji
tepat di bawah pembungkus cangkokan. 
11. Jangan langsung menanam
cangkokan ini di kebun(tanah
terbuka). Cangkokan itu lebih
baik disemaikan dahulu. Untuk
itu, isilah polybag dengan
campuran tanah gembur dan pupuk kandang. Buatlah lubang
pada bagian bawah polybag,
kira-kira berdiameter 2 cm. 

12. Tanamlah cangkokan di
wadah persemaian (polybag) ini.
Letakkan di tempat yang agak
teduh. Waktu yang dibutuhkan
untuk penyemaian kira-kira 3
bulan. 
13. Setelah itu semaian dapat
dipindahkan ke tempat yang
lebih banyak mendapat cahaya
matahari. 
14. Akhirnya hasil semaian
(cangkokan) dapat ditanam di
tanah terbuka. Untuk itu,
buatlah lubang sebesar ukuran
semaian polybag. Tanamlah
cangkokan bersama dengan tanah semaiannya. 

15. Siramlah tanaman baru ini
setiap hari.

Rabu, 26 November 2014

Hubungan Individu, Keluarga, dan Masyarakat

Individu merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Umpama keluarga sebagai kelompok sosial yang terkecil terdiri dari ayah, ibu dan anak. Ayah merupakan individu yang sudah tidak dapat dibagi lagi, demikian pula Ibu. Anak masih dapat dibagi sebab dalam suatu keluarga jumlah anak dapat lebih dari satu
Selanjutnya, perkembangan manusia sebagai makhuk individu yang wajar dan normal harus melalui proses pertumbuhan dan perkembangan lahir batin. Dalam arti bahwa individu atau pribadi manusia merupakan keseluruhan jiwa raga yang mempunyai cirri-ciri khas tersendiri. Walaupun terdapat perbedaan pendapat diantara para ahli, namun diakui bahwa pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju, lebih dewasa. Timbul berbagai pendapat dari berbagai aliran mengenai pertumbuhan. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Pada proses asosiasi yang primer adalah bagian-bagian. Bagian-bagian yang ada lebih dahulu, sedangkan keseluruhan ada pada kemudian. Bagian-bagian ini terikat satu sama lain menjadi keseluruhan asosiasi. Dapat dirumuskan suatu pengertian tentang proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh timbal balik dari pengalaman atau empiri luar melalui pancaindera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam mengenal keadaan batin sendiri yang menimbulkan sensation.
Menurut aliran psikologi gestalt pertumbuhan adalah proses diferensiasi. Dalam proses diferensiasi yang pokok adalah keseluruhan sedang bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian dari keselurhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain. Jadi menurut proses ini keselurhan yang lebih dahulu ada, baru kemudian menyusul bagian-bagiannya. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ini adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu yangsemula mengenal sesuatu secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.
Konsep aliran sosiologi tentang pertumbuhan menganggap pertumbuhan itu adalah proses sosialisasi yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan:
1.    Pendirian Nativistik. Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat bahwa pertumbuhan itu semata-mata ditentukan oleh factor-faktor yang dibawa sejak lahir
2.    Pendirian Empiristik dan environmentalistik. Pendirian ini berlawanan dengan pendapat nativistik, mereka menganggap bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali.
3.    Pendirian konvergensi dan interaksionisme. Aliran ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.
Dalam pertumbuhkembangan suatu individu tak dapat terlepas dari peranan keluarga dalam membentuk pertahanan terhadap serangan penyakit sosial sejak dini. Orang tua yang sibuk dengan kegiatannya sendiri tanpa mempedulikan bagaimana perkembangan anak-anaknya merupakan awal dari rapuhnya pertahanan anak terhadap serangan penyakit sosial.
Sering kali orang tua hanya cenderung memikirkan kebutuhan lahiriah anaknya dengan bekerja keras tanpa mempedulikan bagaimana anak-anaknya tumbuh dan berkembang dengan alasan sibuk mencari uang untuk memenuhi kebutuhan anaknya. Alasan tersebut sangat rasional dan tidak salah, namun kurang tepat, karena kebutuhan bukan hanya materi saja tetapi juga nonmateri. Kebutuhan nonmateri yang diperlukan anak dari orang tua seperti perhatian secara langsung, kasih sayang, dan menjadi teman sekaligus sandaran anak untuk menumpahkan perasaannya.
Kesulitan para orang tua untuk mewujudkan keseimbangan dalam pemenuhan kebutuhan lahir dan batin inilah yang menjadi penyebab awal munculnya kenakalan remaja yang dilakukan anak dari dalam keluarga yang akhirnya tumbuh dan berkembang hingga meresahkan masyarakat. Misalnya, seorang anak yang tumbuh dari keluarga yang tidak harmonis.
Kasih sayang dan perhatian anak tersebut cenderung diabaikan oleh orang tuanya. Oleh sebab itulah, ia akan mencari bentuk-bentuk pelampiasan dan pelarian yang kadang mengarah pada hal-hal yang menyimpang. Seperti masuk dalam anggota genk, mengonsumsi minuman keras dan narkoba, dan lain-lain. Ia merasa jika masuk menjadi anggota genk, ia akan diakui, dilindungi oleh kelompoknya. Di mana hal yang demikian tersebut tidak ia dapatkan dari keluarganya(2). Oleh karena itu, sangatlah dibutuhkan suatu keluarga yang harmonis oleh suatu individu dalam perkembangannya.
Fungsi yang dijalankan keluarga adalah :
1.    Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
2.    Fungsi Sosialisasi anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
3.    Fungsi Perlindungan dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
4.    Fungsi Perasaan dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
5.    Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
6.    Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
7.    Fungsi Rekreatif dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dan lainnya.
8.    Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi selanjutnya.
9.    Memberikan kasih sayang, perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
Kemudian definisi dari kata keluarga itu sendiri adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu , memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab diantara individu tersebut. Keluarga merupakan tempat pertama dalam pembentukan karakter dari perilaku suatu individu dalam perkembangannya sebagi makhluk social(3).
Selain keluarga, perilaku masyarakat disekitarnya pun turut berperan dalam menentukan pola perkembangan suatu individu. Masyarakat sendiri berarti suatu istilah yang digunakan untuk menerangkan komuniti manusia yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara berbagai individu. Dari segi pelaksanaan, ia bermaksud sesuatu yang dibuat – atau tidak dibuat – oleh kumpulan orang itu. Masyarakat merupakan subjek utama dalam pengkajian sains sosial(4).
Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapat digolongkan menjadi :
1.    Masyarakat sederhana. Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yagn buas saat itu.
2.    Masyarakat Maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
Kemudian dalam perkembangannya masyarakat dapat pula digolongkan menjadi masyarakat non industri dan masyarakat industri.
1. Masyarakat non industri
Terbagi menjadi dua kelompok :
a. Kelompok Primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Biasa disebut juga dengan kelompok “face to face group”, sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.
b. Kelompok sekunder
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh sebab itu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok diluar atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, Obyektif.
2. Masyarakat industri
Masyarakat yang pembagian kerjanya bertambah kompleks, suatu tanda  bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Contoh-contohnya : tukang sepeda, tukang sandal, tukang bubur, dsb(5).
Manusia sebagai makhluk individu dalam arti tidak dapat di pisahkan antara jiwa dan raganya, dalam proses perkembangannya perlu keterpaduan antara perkembangan jasmani maupun rohaninya. Sebagai makhluk sosial seorang individu tidak dapat berdiri sendiri, saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya, dan saling mengadakan hubungan sosial di tengah–tengah masyarakat.
Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan adalah sebagai wahana dimana seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu menjadi seorang yang berpribadi. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadi seorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga seorang individu  menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu mengendalikan diri dan melakukan hubungan – hubungan sosial di dalam masyarakat yang cukup majemuk.
Masyarakat adalah kelompok manusia yang saling berinteraksi yang memiliki prasarana untuk kegiatan tersebut dan adanya saling keterikatan untuk mencapai tujuan bersama. Masyarakat adalah tempat kita bisa melihat dengan jelas proyeksi individu sebagai bagian keluarga, keluarga sebagai tempat terprosesnya, dan masyarakat adalah tempat kita melihat hasil dari proyeksi tersebut.
Individu yang berada dalam masyarakat tertentu berarti ia berada pada suatu konteks budaya tertentu. Pada tahap inilah arti keunikan individu itu menjadi jelas dan bermakna, artinya akan dengan mudah dirumuskan gejala – gejalanya. Karena di sini akan terlibat individu sebagai perwujudan dirinya sendiri dan merupakan makhluk sosial sebagai perwujudan anggota kelompok  atau anggota masyarakat(6).
Aspek individu, keluarga, masyarakat adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Yakni, tidak akan pernah ada keluarga dan masyarakat apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya serta menumbuhkembangkan perilakunya. Karena tak dapat dipungkiri bahwa perilaku sosial suatu individu tersebut bergantung dari keluarga dan masyarakat disekitarnya. Keluarga sebagai lingkungan pertama seorang individu memiliki peran paling besar dalam pembentukan sikap suatu individu, sedang masyarakat merupakan media sosialisasi seorang individu dalam menyampaikan ekspresinya secara lebih luas. Sehingga dapat menjadi suatu tolak ukur apakah sikapnya benar atau salah dalam suatu masyarakat tersebut.


Selasa, 04 November 2014

EXPRESSING SYMPATHY

EXPRESSING SYMPATHY


        Expressing Symphathy is : Sympathy is an extension of empathic concern, or the perception, understanding, and reaction to the distress or need of another human being. This empathic concern is driven by a switch in viewpoint, from a personal perspective to the perspective of another group or individual who is in need. Empathy and sympathy are often used interchangeably, but the two terms have distinct origins and meanings. Empathy refers to the understanding and sharing of a specific emotional state with another person. Sympathy, however, does not require the sharing of the same emotional state. Instead, sympathy is a concern for the well-being of another. Although sympathy may begin with empathizing with the same emotion another person is feeling, sympathy can be extended to other emotional states.

         
The expression of sympathy expression can be devided into two parts.  Possitive expression and negative expression.
Possitive expressions :

  -I'm (very) glad to hear that!
  -Nice to hear that 
  -I'm happy for you then.
  -Great!
  -Fantastic!
  -How exciting!
  - You have my deepest symphaty
            

Negative Expressions : 

-I am (very) sorry to hear that.
-Please accept my condolences.
-I know how you feel.
-You must be very upset
-Oh, poor jane. What happened to her?
-How awful!
-That's too bad.
-How terrible!
-Oh, I am sorry to hear that
-What a pity of you !
-Be patient, it would be better soon
-I take my sympathy to you
-I sympathize with your condition
-It would be OK soon.

  

Response of expressing sympathy
-Thanks./Thank you.
-Right.
-You're right.
-That's right.
-Thank you very much
-It’s very kind of you
-I hope so
-That’s a pity, isn’t it?
-Thanks for your sympathy
-Thanks for your support
-I would be OK, thank you very much for your support

Rabu, 22 Oktober 2014

Ikatan Kimia Kelas 10

Ikatan Kimia adalah gaya tarik menarik yang kuat antara atom-atom tertentu bergabung membentuk molekul atau gabungan ion-ion sehingga keadaannya menjadi lebih stabil.

Peranan Elektron pada Pembentukan Ikatan Kimia

1. Aturan Oktet
Atom-atom dikatakan stabil apabila konfigurasi elektronnya sama dengan konfigurasi gas mulia (golongan VIII A) yang dinamakan duplet untuk konfigurasi elektron terluarnya dua atau oktet untuk konfigurasi elektron terluarnya delapan.
Untuk mencapai keadaan stabil seperti gas mulia, maka atom-atom membentuk konfigurasi elektron seperti gas mulia. Untuk membentuk konfigurasi elektron seperti gas mulia, dapat dilakukan dengan cara membentuk ion atau membentuk pasangan elektron bersama.
2. Lambang Lewis
Lambang Lewis adalah lambang atom disertai elektron valensinya.

Ikatan Ion (Ikatan Elektrovalen)

Ikatan ion adalah ikatan kimia yang terbentuk karena adanya gaya tarik-menarik elektrostatis antara ion positif dengan ion negatif.
Pembentukan senyawa ion :
  1. Terjadi akibat terjadinya serah terima elektron
  2. Terjadi antara ion positif dan ion negatif
  3. Terjadi antara unsur logam dan nonlogam
  4. Terjadi antara unsur yang memiliki energi ionisasi dengan unsur afinitas elektron yang besar
Contoh: Pembentukan NaCl

nacl Ikatan Kovalen

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk karena memiliki elektron yang digunakan bersama. Biasanya ikatan kovalen terjadi antara unsur sesama nonlogam.
Contoh :

kovalen

Macam-macam Ikatan Kovalen
Ikatan Kovalen Tunggal adalah ikatan yang menggunakan sepasang elektron
contoh pembentukan molekul hidrogen
tunggal (sumber:jejaringkimia.blogspot.com)
contoh pembentukan HCl (asam klorida)
hcl
Ikatan kovalen rangkap dua adalah ikatan yang menggunakan 2 pasang elektron
contoh pembentukan molekul O­2
02
Ikatan kovalen rangkap tiga adalah ikatan yang menggunakan tiga pasang elektron
contoh pembentukan N2 (gas nitrogen)
nitrogen
Ikatan kovalen koordinat adalah ikatan kovalen dimana pasangan elektron yang digunakan bersama berasal dari satu atom saja.
Contoh Pembentukan NH4+
amonia